Ada suatu pertanyaan yang mungkin harus selalu kita ingat dan manifestasikan dalam hidup, yaitu :
dari mana kita berasal
untuk apa kita ada
hendak kemana pula kita stelah hidup!
Dari mana kita berasal, mengharuskan kita merenungi suatu anugerah yang luar biasa dan tercapai oleh indera dan logika. Kita tahu kita berasal dari setetas air mani yang hina yang kemudian berzigote dengan sebuah sel telur yang telah matang. Kejadiannya amat sederhana. Tetapi bagaimana pertemuan keduanya hingga menjadi sebuah kehidupan. Secara biologi (syarait) dengan gamblang dapat dijelaskan, tetapi bagaiman kelak hingga menjadi sebuah kehidupan sehingga berwujud makhluk seperti yang kita punya sekarang. Kalau logika biologi begitu sederhana, mengapa pula berjuta "pertemuan" lain tidak menjadi makhluk. Bahkan berbagai upaya-upaya ilmiah sampai perdukunan pun dijalani, tetapi tidak menghasilkan kehidupan! Nah barangkali disinilah Rahasia Allah SWT atau hakikat kehidupan ini tidak bisa kita terjemahkan dengan logika. Disini peran 'Ghaib' atau kekuasaan Allah mutlak harus ada!
Untuk apa kita ada? Jika percaya pada entri Allah berperan, tentu kita percaya ada skenerio-NYA bermain disini. Kita ada adalah sebuah amanah. Amanah bagi kedua orang tua kita, amanah bagi lingkungan kita, amanah bagi kita sendiri dan amanah bagi generasi kita selanjutnya. Dengan menyadari hal ini kita mampu pula menjawab pertanyaan 'hendak kemana kita setelah hidup ini! Kita kita harus berarti, karena setelah mati kehidupan tak akan berarti lagi bagi kita, lingkungan kita dan generasi kita selnajutnya. Kecuali kehidupan kita sebelumnya telah meletakkan dasar-dasar yang baik bagi mereka. Karenanya beramal shaleh lah kita agar kita semua pertanyaan ini terjawab dengan benar dan sesuai dengan skenerio Allah SWT. Kehidupan hanya sesaat,
Karenanya kehidupan harus bermanfaat!
Jumat, 02 April 2010
Langganan:
Komentar (Atom)